Showing posts with label smasa. Show all posts
Showing posts with label smasa. Show all posts

Sunday, January 1, 2017

Thursday, August 25, 2016

PERKEMBANGAN PERS DI INDONESIA PADA MASA ERA KOLONIALISME

PERKEMBANGAN PERS DI INDONESIA
PADA MASA ERA KOLONIALISME
(1744-1900)
Awal mula dimulai dunia persurat kabaran di Indonesia, Dr. De Haan dalam bukunya “Oud Baatavia” mengungkapkan secara sekilas bahwa sejak abad 17 di Batavia sudah terbit sejumlah berkala dan surat kabar. Dunia pers era kolonial dimulai pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Gustaaf Willem Baron Van Imhoff dan ketika itu terbit surat kabar pertama pada  7 Agustus 1744 di Batavia yaitu Bataviasche Nouvelles en Politique Raisonnementen  ( Bambang Suteng,2007;96) Surat kabar merupakan media massa yang paling tua dibandingkan dengan jenis media massa lainnya. Sejarah mencatat keberadaan surat kabar dimulai sejak ditemukannya mesin cetak oleh Johann Guternberg di Jerman. Sedangkan keberadaan surat kabar di Indonesia ditandai dengan perjalanan panjang melalui lima periode yakni masa penjajahan Belanda, Penjajahan Jepang, menjelang kemerdekaan dan awal kemerdekaan, zaman orde baru serta orde baru (http://angelicus.wordpress.com/2008/09/24/sejarah-perkembangan-media-massa-di-indonesia-1/)
Dikatakannya,oleh  Dr. De Haan dalam bukunya “Oud Baatavia” bahwa :
1.         pada th 1676 di Batavia telah terbit sebuah berkala yang bernama Kort Bericht Eropa ( berita singkat Eropa) yang memuat berita dari Polandia, Perancis , Jerman, Belanda, Spanyol Inggris, dan Denmark dicetak di Batavia oleh Abraham Van den Eede tahun 1676.
2.         Pada bulan Oktober tahun 1744 terbit Batavia Nouvelles.
3.         Pada tanggal 23 Mei 1780 terbit Vendu Nieuws.
4.         Pada tahun 1810 terbit di Batavia yakni Bataviasche Koloniale Courant.
Sejak abad 17 dunia pers di Eropa memang sudah mulai dirintis. Sekalipun masih sangat sederhana, baik penampilan maupun mutu pemberitaannya, surat kabar dan majalah sudah merupakan suatu kebutuhan bagi  masyarakat di masa mendatang merupakan lahan bisnis yang menjanjikan. Oleh karena itu, tidak heran apabila para pengusaha persuratkabaran serta para kuli tinta asal Belanda sejak masa awal pemerintahan VOC, sudah berani membuka usaha dalam bidang penerbitan berkala dan surat kabar di Batavia. Sehingga fungsi  media massa pada saat itu dapat disimpulkan:
1.         sebagai usaha bisnis untuk memperoleh keuntungan.
2.         sebagai penyampai berita / informasi.
3.         menambah ilmu pengetahuan
4.         menyuarakan isi hati pemerintah, kelompok tertentu dan rakyat pada umumnya.
5.         untuk dokumentasi
Sampai akhir abad ke-19 koran atau berkala yang terbit di Batavia hanya memakai bahasa Belanda. Dan para pembacanya tentu saja masyarakat yang mengerti bahasa tersebut. Karena surat kabar di masa itu diatur oleh pihak Binnenland bestuur (penguasa dalam negeri)kabar beritanya boleh dikata kurang seru dan “ kering “. Berita berisi tentang kehidupan pribumi. Karena itu, kurun waktu (1744-1854) disebut dengan Babak Putih (Surjomiharjo dan Suryadinata dalam Bambang Suteng,2007:96-97). Barulah pada kurun sesudah itu mulai muncul surat kabar berbahasa melayu, misalnya:
1.         Pada tahun 1828 di Jakarta diterbitkan Javasche Courant yang isinya memuat berita-berita resmi pemerintahan, berita lelang dan berita kutipan dari harian-harian di Eropa.
2.         Di Surabaya Soerabajash Advertentiebland terbit pada tahun 1835 yang kemudian namanya diganti menjadi Soerabajash Niews en Advertentiebland.
3.         Di semarang terbit Semarangsche Advertentiebland dan Semarangsche Courant.Di Padang surat kabar yang terbit adalah Soematra courant, Padang Handeslsbland dan Bentara Melajoe.
4.         Di Makassar (Ujung Pandang) terbit Celebe Courant dan Makassaarch Handelsbland.
Surat-surat kabar yang terbit pada masa ini tidak mempunyai arti secara politis, karena lebih merupakan surat kabar periklanan. Tirasnya tidak lebih dari 1000-1200 eksemplar setiap kali terbit. Semua penerbit terkena peraturan, setiap penerbitan tidak boleh diedarkan sebelum diperiksa oleh penguasa setempat.
Pada tahun 1885 di seluruh daerah yang dikuasai Belanda terdapat 16 surat kabar berbahasa Belanda, dan 12 surat kabar berbahasa melayu diantaranya adalah:
1.         Bintang Barat.
2.         Hindia-Nederland.
3.         Dinihari, Bintang Djohar.
4.         Selompret Melayu (Parker,1882 dalam Bambang Suteng,2007:97).
5.         Tjahaja Moelia, Pemberitaan Bahroe (Surabaya).
6.         Surat kabar berbahasa jawa Bromartani yang terbit di Solo.

Kuala Kapuas, 29 Januari 2016
Kelas           :    XII IPS 1
Kelompok   :    1 (Satu)
Anggota      :    -   Akhmad Fauzi
-       Anggun Pratiwi
-       Arif
-       Aulia Hidayati

Wednesday, August 24, 2016




Tari Lanjong Amuk Asang merupakan persembahan tari pada event Telkomsel LOOP Kepo di SMA Negeri 1 Kuala Kapuas, oleh Penari dan Pemusik Sanggar Tari Riwut Tarung SMA Negeri 1 Kuala Kapuas (Sabtu, 14 Mei 2016)




Tari Manyambut Pangkalima merupakan persembahan tari pada Pembukaan SMASA Cup 12 (2016) di SMA Negeri 1 Kuala Kapuas oleh Penari dan Pemusik Sanggar Tari Riwut Tarung SMA Negeri 1 Kuala Kapuas (Senin, 15 Februari 2016)
Link tonton : https://www.youtube.com/watch?v=gfPFBXRO56c

Friday, August 19, 2016



Tari Sejuta (Bukan judul tarian sebenarnya 😁 ) oleh Penari & Pemusik Sanggar Tari Riwut Tarung SMA Negeri 1 Kuala Kapuas, merupakan persembahan tari pada Karnaval HUT Pramuka ke-55 di Kuala Kapuas (Sabtu, 13 Agustus 2016)

Monday, December 21, 2015

Pemberontakan Awal Kemerdekaan



PEMBERONTAKAN AWAL KEMERDEKAAN



PERTANYAAN:



1.    Bagaimana perkembangan PKI setelah pemberontakan tahun 1948?



2.    Apa faktor-faktor yang menyebabkan pemberontakan PKI tahun 1956?



3.    Bagaimana jalannya pemberontakan tersebut?



4.    Bagaimana upaya pemerintah dalam menumpas pemberontakan tersebut



5.    Apa dampak pemberontakan G30S/PKI?





JAWABAN:



1.    Saat pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948 berhasil dipadamkan dengan operasi militer, akan tetapipemerintah tidak membubarkan PKI sebagai sebuah organisasi dan tidak melarang penyebaran komunisme. Hal inilah yang menyebabkan PKI semakin berkembang. PKI ikut serta dalam pemilu tahun 1955  dan mendapat suara terbanyak. Perkembangan PKI semakin terlihat tatkala penempatan komunis pada semua instansi pemerintah daerah maupun pusat. Selain itu, PKI membentuk “Dewan Jendral”, yakni suatu pasukan yang dibuat dengan topeng untuk mengantisipasi bentrok dengan Malaysia, namun nyatanya untuk mengambil alih pemerintahan Presiden Ir. Soekarno.



2.    Faktor-faktor yang menyebabkan pemeberontakan PKI tahun 1956 antara lain:

a.     Organisasi PKI yang tidak dibubarkan.

b.    PKI ingin mendirikan negara komunis.

c.     Lemahnya kondisi pemerintahan yang dikarenakan Presiden Ir. Soekarno dalam keadaan yang kurang sehat.

d.    Banyaknya masyarakat yang terpengaruh oleh PKI.

e.     Kondisi politik Indonesia yang semakin memanas.

f.      PKI khawatir jika TNI AD akan mengambil alih pemerintahan ketika Ir. Soekarno meninggal.



3.    Awal September 1965, PKI mengadakan pelatihan militer bagi para pengikutnya di Lubang Buaya dengan kedok untuk mengantisipasi benrok dengan Malaysia, dan terdapat sekitar 3.000 anggota. 1 Oktober 1965, PKI melaksanakan gerakannya dengan menculik dan membunuh tujuh perwira tinggi militer, yakni Jenderal A. H. Nasution, Letnan Jenderal Ahmad Yani, Mayor Jenderal R. Soeprapto, Mayor Jenderal Haryono Mas Tritodarmo, Mayor Jenderal Suwondo Parman, Brigadir Jenderal Donald Izacus Panjaitan, dan Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, serta dibawa ke Lubang Buaya. Namun Jenderal A. H. Nasution berhasil lolos. Selain itu PKI juga berhasil menguasai RRI dan Kantor Pusat Telekomunikasi. Di Yogyakarta, PKI mendirikan Dewan Revolusi.



4.    Mayor Jenderal Soeharto mengambil alih pimpinan angkatan darat dan mengambil tindakan:

a.     Menetralisasi pasukan-pasukan yang berada di sekitar lapangan merdeka.

b.    Merebut kembali gedung RRI dan Kantor Pusat Telekomunikasi.

c.     Tanggal 2 Oktober 1965, membersihkan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma dari pasukan G30S/PKI.

Setelah tindakan diatas telah sukses, maka tanggal 3 Oktober 1965 membersihkan Lubang Buaya, dan jenazah para korban keganasan PKI diambil dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Korban di Yogyakarta dimakamkan di TMP Semaki.



5.    Dampak pemberontakan G30S/PKI antara lain:

a.     Aksi pemberontakan PKI terhadap perwira TNI AD tersebut menimbulkan perasaan anti komunis yang diluapkan dengan tindak kekerasan. Dalam aksi pembersihan berdarah ini, sekitar 140.000 hingga 500.000 orang anggota PKI dan orang yang dituduh sebagai anggota PKI terbunuh.

b.    Lahir peta kekuatan politik baru, yakni Angkatan Darat.

c.     Setiap bulan Desember 1965 PKI telah hancur sebagai kekuatan politik di Indonesia.

d.    Kekuasaan dan pamor politik digantikan oleah Mayjend Soeharto, serta berhasil memimpin Indonesia hingga 1998.

e.     Penangkapan dan pembunuhan anggota PKI dan yang dianggap anggota PKI, tidak semuanya melalui proses pengadilan secara adil.

f.      Setiap tanggal 30 September diperingati sebagai hari G30S/PKI.

g.     Setiap tanggal 1 Oktober diperingati sebagai hari “Kesaktian Pancasila”.

h.    Menjadikan pengalaman Indonesia untuk menghadapi kehidupan kedepannya.

i.      Memperkuat kondisi militer di Indonesia.

j.      Dll.